TAUSIYAH EDISI 4
PENTINGNYA
HUDLURUL-QOLBI*
Hudlurul-qolbi
(Hadirnya Hati) sangat penting didalam shalat, walaupun menurut ulama fiqih
hanya diwajibkan pada sa’at takbiratul ihram atau niat dalam artian pada gerak-gerakan
dan ucapan-ucapan selain itu tidak diwajibkan. Tapi, shalat tanpa adanya
hudlurul-qolbi itu tidak beda dengan manusia tanpa tangan, kaki, mata, telinga
dan seterusnya.
Manusia tanpa tangan, kaki dst memang tetap hidup. Tetapi, apakah
ada orang yang ingin hidup tanpa itu semua ?. Sholat tanpa hudlurul-qolbi
memang tetap sah. Tetapi sholat tanpanya malah akan membawa kesengsaraan,
seperti halnya manusia hidup tanpa tangan, kaki, dst. Kehidupannya pun akan
membawa kesengsaraan.
Shalat tanpa hudlurul-qolbi pun tidak beda dengan shalatnya robot,
kalau hanya melakukan ruku’, i’tidal, sujud dan seterusnya, robotpun tidak
kesulitan melakukan itu. Tetapi, apa arti dari shalatnya sebuah robot ?.Apa
yang diperoleh selain kesia-siaan ?. Jadi hudlurul-qolbi itu adalah pembeda
antara manusia dengan robot.
Begitu juga dengan dzikir, jika tidak ada hudlurul-qolbi sama saja
dzikir itu kosong, tidak beda dengan kaset. Berdzikir tanpa hudlurul-qolbi juga
tidak beda dengan burung beo karena burung beo pun bisa mengucapkan dzikir
seperti lafad Laa ilaa ha illallah sebagaimana yang terdapat sebuah
kisah.
Yang mana pada
suatu pesantren terdapat burung beo yang sering mengucapkan lafad laa ilaa
ha illallah . Karena sering mendengar para santri mengucapkannya secara
bersama-sama. singkat cerita burung beo tersebut tewas karena menabrak tiang
setelah terbang dari kandangnya. ketika sakaratul maut burung beo tersebut
tidak ada ucapan yang keluar dari mulut beo tersebut kecuali ucapan yang tidak
jelas atau tidak mengerti.
Lalu apa sebabnya ?? lafadz laa
ilaa ha illallah yang sering ia diucapkan tidak keluar dari mulutnya ketika
sakaratul maut menimpanya ? sebab dari itu tidak lain karena kalimat yang sering
diucapkan tidak tertancap didalam hati sehingga ketika sakaratul maut kalimat
yang sering diucapkan pun tidak keluar.
Begitu juga dengan
kita, beribu-ribu dzikir yang kita ucapkan jika dzikir itu tidak tertancap
didalam hati seakan-akan sia-sia, sehingga akhir hayat pun nasib manusia tidak beda jauh dengan burung beo tersebut.
Maka disinilah pentingnya peran hudlurul-qolbi!, supaya shalat dan dzikir kita berbeda
dengan robot, burung beo dan sebagainya.
Adapun arti
hudlurul-qolbi itu sendiri ialah ikutnya hati dengan apa yang diucapkan oleh
lisan. Minimalnya, ketika lisan mengucapkan surat Al-Fatihah hati juga ikut mengucapkanya dan sebagainya.
Wallaahu A’lam…
*disampaikan pada Pengajian rutin Ba’da Jum’at, 6 Januari 2016 oleh
KH. Hudalloh Karim

Comments
Post a Comment