OPINI BULETIN EDISI II & III


MENANGKAL RACUN PEMBENCI MAULID

            Acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang biasa dilaksanakan dengan pembacaan perjalanan hidup Rasululllah SAW  bertujuan untuk mensyukuri ni’mat atas lahirnya baginda  agung  yang menjadi washilah adanya ni’mat Iman dan Islam juga masih banyak lagi.
            Tetapi sangat disayangkan para pembenci maulid mereka suka menebarkan racun berupa perkataan diberbagai tempat, termasuk dimedia sosial seperti facebook, twetter dan sebagainya bahwa maulid nabi adalah bid’ah haram.
            Pengguna media sosial dan orang-orang awam khususnya anak pemuda dikhawatirkan  ikut membenci maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satu faktor mereka membenci adanya peringatan maulid Nabi Muhammad SAW adalah kurangnya pemahaman pengetahuan dalam agama sehingga mereka dengan mudah menganggap bahwa peringatan maulid Nabi Muhammad SAW adalah bid’ah yang sesat karena peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tidak ada pada zamanya nabi, padahal sesuatu yang tidak ada dizaman nabi banyak seperti pembukuan Al-Qur’an dimasa khulafaurrosyidin, belajar Ilmu Nahwu, Tajwid dan lain-lain apakah ini disebut bid’ah dan apakah mereka pembenci maulid melakukanya.
            Hadist riwayat Imam Muslim menjadi dasar dari peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tentang puasa hari senin yaitu ketika Rasulullah SAW ditanya oleh shohabat “Wahai Rasulullah apa pendapatmu tentang puasa hari senin ?” Rasul menjawab “itu adalah kelahiranku” hadist ini mengingatkan tentang kelahiranya Baginda Rasulullah SAW kepada  umatnya. Didalam hadist lain Rasulullah menjawab “itu adalah hari kelahiranku dan sebaik-baik  puasa adalah puasa pada hari itu”. Rasulullah SAW saja mengistimewakan hari kelahirannya, maka sudah sepantasnya juga umat Rasulullah SAW mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah salah satunya mengistimewahkan kelahiranya seperti dengan peringatan  maulid Nabi Muhammad SAW.

            Peringatan maulid nabi adalah salah satu bentuk kecintaan dan rasa syukur umtanya terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW dan sudah jelas tidak ada larangan sama sekali untuk memperingati kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW. (Muhammad Iwan)

Comments

Popular Posts