WAWANCARA BULETIN PLURAL EDISI II & III



SAFARI MAULID : PEREKAT UKHUWWAH UMAT

K.H. Habibulloh Karim
(Wakil Pengasuh Pesantren Al Bukhori)

Dewasa ini, aliran-aliran dalam agama Islam terus bertambah. Padahal agama Islam hanya ada satu. Dan aliran yang di anggap paling benar adalah aliran Ahlussunnah Wal Jamaah. Maulid Nabi adalah Salah satu ajarannya. Perayaan maulid nabi adalah sarana untuk mensyukuri nikmat yang  telah di berikan Allah SWT. berupa lahirnya Nabi Muhammad SAW. Yang menjadi Rahmatan Lil’alamin dan telah membawa manusia dari zaman kegelapan hingga zaman terang benderang.
Maulid Nabi biasanya diselenggarakan secara berjama’ah dan membaca  sya’ir-sya’ir atau pujian kepada beliau SAW.  Tapi terdapat juga aliran yang mengatakan bahwa maulid nabi merupakan bid’ah Dlolalah.  “Pernyataan Maulid Bid’ah Memang benar, tapi kita lihat dahulu apakah itu termasuk Bid’ah Hasanahkah atau Dholalah.” Ujar K.H. Habibulloh Karim, Wakil Pengasuh Ponpes Al Bukhori.
Sejak (kurang lebih) 5 tahun yang lalu, Pesantren Al Bukhori mengadakan SAFARI MAULID. Acara ini bertujan agar pengikut ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah yang masih awam tidak terjerumus ke dalam aliran-aliran Pembid’ah Maulid.
Untuk membahas lebih dalam perihal maulid, Reporter Buletin Plural , Moh. Kholid Wahyudi, mewawancarai K.H. Habiblloh Karim, wakil Pengasuh Pesantren Al Bukhori. Berikut Petikan Wawancaranya:

Sebelum menyinggung jauh soal maulid, Sebenarnya apa pengertian  maulid itu sendiri ?
 Kalau definisi maulid tidak ada definisi yang komplit. Yang namanya maulid ya kumpul-kumpul, membaca sejarah nabi sesuai dengan yang diterangkan didalam hadistnya, kemudian membaca sya’ir-sya’ir yang berisi pujian kepada kanjeng nabi.

Diera Globalisasi ini, banyak oknum yang mengklaim perayaan maulid sebagai bid’ah ? Lantas bagaimana cara menyingkapinya.

         Maulid nabi sebagai bid’ah ? kembali kepada bid’ah sebenarnya, sebetulnya yang namanya bid’ah itukan ada 2 sisi. Ada bid’ah hasanah, ada bid’ah dholalah. Bid’ah itu suatu kejadian atau perkara yang tidak dilakukan oleh kanjeng nabi. Berarti maulid termasuk bid’ah ? memang maulid termasuk bid’ah . pada zaman kanjeng nabi masa ada maulid kan tidak ada ! tapi, bid’ahnya bid’ah apa dulu ? disini yang namanya maulid itu bid’ahnya bid’ah hasanah dan ini sudah mendunia. Dari mulai zaman 3 hijriah itu sudah mengadakan maulid dan mereka ulama salafus soleh mengatakan maulid bid’ah hasanah.

Sejak kapan pembid’ahan maulid ada ?
Kalau yang mengatakan maulid bid’ah itu benar. Tapi, bid’ahnya bid’ah hasanah. Akan tetapi, sebagian kelompok mulai mengatakan itu bid’ah dholalah wollahua’alam.
Apa kepentingan kepentingan tertentu dibalik pembid’ahan maulid ?
Tujuan utamanya kurang jelas. Tapi, yang jelas mereka yang membid’ahan maulid. Bahkan kelompok islam yang eksrimis atau yang keras itu mengatakan lebih baik zina dari pada maulid. Tentunya tidak sesuai dengan ajaran ahli sunnah waljama’ah. Kembali kepada maulid, bahwa maulid itukan untuk mensyukuri nikmat lahirnya kanjeng nabi muhammad SAW. Kita sebagai umatnya sudah mendapatkan hadayah, sudah melaksanakan ajaran agama islam. Ya tentunya berterimakasih kepada orang yang menyampaikan syare’at islam yaitu kanjeng nabi. Sebagai rasa terimakasih kita kemudian mengadakan maulid. Jadi, apabila maulid dibid’ah-bid’ahkan, apabila maulid dikatakan bid’ah dholalah jelas tidak benar.
Yang namanya manusia itukan ada rasa terimakasih. Kalau tidak ada rasa terimakasih namanya tidak punya akhlak. Sebagai manusia yang berakhlak mestinya berterimakasih kepada orang yang berjasa, disamping berterimakasihkepada Allah juga berterimakasih kepada orang yang berjasa dalam menyebarkan syare’at islam yaitu kanjeng nabi muhammad SAW melalui penyebaran wahyu.

Siapa yang berperan penting dalam penyebaran aliran yang menganggap maulid itu bid’ah dholalah ?

         Kembali kepada pengendikanya kanjeng nabi bahwa agama islam akan terpecah belah menjadi 70 golongan lebih, yang dikatakan benar adalah ahli sunnah waljama’ah (Awaja). Selain aswaja ini tidak benar. Yang tidak benar disini ada yang terlalu senag dengan ahlul baith namanya Syiah, ada juga yang tidak suka dengan ahlul bait namanya Wahabi.
Kelompok yang mengatakan maulid bid’ah kebanyakan dari wahabi. Tapi, banyak juga dari kelompok lain. Intinya kelompok yang tidak suka dengan ahlul bait. Kita sebagai orang islam harus memulyakan seseorang dan merupakan bagian dari memulyakan seseorang itu memulyakan anak dan cucunya. Dalam memulyakan nabi juga memulyakan anak dan cucunya. Tapi, sebagian kelompok tidak suka.

Apa langkah tepat agar masyarakat tidak terjebak didalam permasalahan tersebut ? khususnya bagi masyarakat awam.

         Perlu adanya penjelasan dari Ahli sunnah waljama’ah dengan cara pembelajaran. Kalau bisa diadakan pengajian-pengajian dan maulid.

Bagaimana tanggapan panjenengan mengenai sebagian ulama yang justru mendukung kahadiran aliran-aliran sesat tersebut ?

         Orang-orang yang membid’ahkan maulid kadang-kadang tidak paham maulid itu apa. Biasanya orang yang membid’ahkan maulid juga membid’ahkan tahlil. Maka perlu penjelasan dari kita karena segala sesuatu perlu adanya penjelasan. Mereka memang perlu perbaikan hadist. Kita juga punya pegangan dari hadist, juga maqolahnya para ulama.

         Disini perlu menumbuhkan cinta kepada kanjeng nabi. Salah satu caranya mengadakan maulid. Kalau ada yang tidak senang dengan maulid. Maka, perlu kita jelaskan. Apa itu maulid, tujunya untuk apa ?.

Dewasa ini, pesantren Al Bukhori mengadakan safari maulid ! siapa pencetusnya ?
Setahu saya pencetus safari maulid itu pengasuh pesantren Al Bukhori itu sendiri. Dengan tujuan memberantas mereka-mereka yang tidak suka dengan maulid. Kemudian , untuk menumbuhkan rasa ingin melaksanakan syare’at nabi. Sebab banyak dari orang awam yang masih setengah dalam melaksanakan agama islam. Juga, membrantas perjudian dan lain-lain.

Bagaimana prosesnya sehingga safari maulid diadakan seperti sekarang ini ?

         Prosesnya dari desa sendiri. Satu gang, dua gang, tiga gang, hingga lintas desa. Satu tahun kemudian hingga satu kecamatan.

Apa yang melatar belakangi kegiatan ini ?

         Yang melatar belakangi tentunya karna cinta kepada kanjeng nabi, rasa ingin  melaksanakan ajaran nabi.

Kira-kira kenapa, safari maulid mendapatkan banyak partisipasi dari masyarakat ?
Kalau menurut saya, karena acaranya dibuat tidak resmi, seolah-olah berjalan sendiri
Apa manfa’at kegiatan ini bagi masyarakat awam ?


         Banyak manfa’atnya disamping bersyukur kepada Allah SWT yang telah dilahirkan nabi sebagai pembawa syare’at islam, sebagai penyampai wahyu. Kemudian juga, ada rasa kebersamaan, kumpul yang tadinya jauh jadi dekat, yang tadinya tidak kenal jadi kenal, yang belum sholat karna bersana akhirnya sholat bersama.

Comments

Popular Posts