SASTRA BULETIN PLURAL EDISI II & III


#cerpen
SAHABAT MENJADI PENGHIANAT
Oleh : Vika Robi Wulansa

            Disebuah sekolah menengah Islam terdapat beberapa anak perempuan yang selalu bersama, maka mereka telah menjalin persahabatan selama satu tahun, mereka bernama Ina, Nafa, Dina dan Arin
            Namun entah mengapa naik kelas delapan, ketiga sahabat Ina menjahuinya.
“Mengapa yah ? kok sikap mereka berbeda ?” (Tanya Ina didalam hatinya)
Lalu dalam fikiranya timbul firasat bahwa teman-temanya sudah bosan dengan dirinya, dan Ina pun memutuskan untuk bergabung dengan anak lainnya. Nia, Ira dan Sasa.
Setelah Ina dekat dengan teman barunya ketiga sahabatnya marah dan berkata
Arin : “Na, kok kamu sekarang beda sih, sama yang dulu ?”
Ina    : “Emangnya kenapa si Rin ?”
Arin : “Enggak, yang dulu sama kita terus kamu menjauh dari kita”
Ina    : “Enggak salah tu rin ? bukanya kalian dulu yang jauhin aku, aku gak bisa sendirian, aku butuh teman”
Arin : “Iya sih, tapi sebaiknya kamu jangan main sama mereka”
Ina    : “Emangnya kenapa, mereka jahat !? mereka gak jahat, mereka egois seperti kalian”
Arin : “Kamu lupa saat kamu dihina oleh mereka, dan kamu lupa bahwa mereka adalah musuh kita”
Ina    : “itu dulu, sekarang aku sudah tahu sebenarnya”
Arin : “Emang yang sebenarnya gimana ?”
Ina    : “sebenarnya mereka adalah sangat peduli padaku, ku nyesel udah nganggap mereka musuh ku”
Arin : “Ya sudah, jika itu keputusanmu aku terima”
            Akhirnya Ina bahagia mempunyai sahabat seperti Nia, Ira dan Sasa yang selalu menemaninya setiap suka dan duka.

Kesimpulan :
Sayangilah Sahabatmu sekadarnya saja siapa tahu ia kelak menjadi musuhmu, dan bencilah musuhmu sekadarnya saja siapa tahu ia kelak menjadi sahabatmu

#Puisi
Rasulullah
Oleh : Malikah Qurrota ‘Aini

Ya Rasulullah ..
Kapan engkau menemuiku ..
Hadir dalam cerita mimpiku ..
Menghiasi lelapnya tidurku ..
Dengan perjumpaanmu padaku ..

Ya Rasulullah ..
Akhlakmu sempurna tiada cela ..
Menjadi teladan seluruh manusia ..
Yang menemui alam raya ..

Ya Rasulullah ..
Begitu mulianya engkau ..
Semua makhluk terpukau padamu ..
Karen indahnya akhlaqmu ..
Ajaran yang dibebankan padamu ..

Ya Rasulullah ..
Wajahmu  bagaikan pancaran rembulan ..
Ukiran bintang-bintang yang disatukan ..
Dengan wibawa keimanan ..

 Ya Rasulullah ..
Bila cinta tak bertepi ..
Bila cinta tak ternodai ..
Bila cinta tak memandang kuasa ..
Izinkan aku ya Rasul ..
Mengirimkan mahabbaku padamu ..
Mencintaimu selalu ..

Ya Rasulullah ..
Maafkan aku ..
Bukan maksud memimbang ..
Apa lagi meninggalkan ..
Semua sunnah ajaran ..
Tapi .. aku belum bisa …
Belum bisa meneldani engkau ..
Belum bisa meniru engkau ..
Belum bisa menjalani hari-hari seperti engkau ..
Karena bujur rayu itu selalu melengelegar ..
Ketika aku siap belajar ..
Belajar seperti engkau ..
Syaitan itu selalu menghampiri …
Saat aku sudah mempunyai semangat berapi-api …
Untuk membenahi diri meniru engkau ..


KAULAH PANUTANKU
Oleh : Nihayatul Khusna

Ya Rasulullah..
Engkau selalu ada dalam hatiku ..
Mengikis setiap duka dan kesedihanku ..
Pengobat rapuhnya jiwaku ..
Dengan cahaya indahmu ..
Yang selalu menyinari arah setiap langkahku ..

Ya Rasulullah ..
Sungguh engkau manusia yang sempurna …
Engkau utusan yang paling utama …
Kau lah tauladan bagi umat manusia …
Dengan kejujuranmu dalam tutur kata …
Dengan akhlakmu yang begitu mulia …

Ya Rasulullah …
Engkaulah laksana embun yang suci …
Yang memberikan kedamaian abadi …
Syafaatmu adalah harapan kami …

Untuk menuju kehidupan yang hakiki dan abadi ..

Comments

Popular Posts